(Tangsel Pos) Keberhasilan SMA Negeri 2 “Moonzher” Tangerang Selatan menerapkan kelas digital disambut positif Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan.

Apresiasi dua sosok berpengaruh tersebut, tentu tidak berarti jika tidak disertai dengan dukungan lebih penting, berupa sarana dan fasilitas penunjang demi keberhasilan penerapan kelas digital ini.

Walikota mengatakan, penerapan kelas digital di SMA Negeri 2 Tangsel tersebut sejalan dengan misinya, dalam menjadikan Tangsel sebagai kota cerdas, berkualitas, berdaya saing dengan berbasis teknologi dan informasi.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi anak-anak kita tidak melek tekhnologi, apalagi dengan kecanggihan tekhnologi yang sekarang bisa dengan mudah dipelajari.

Mudah-mudahan hal ini mempermudah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia ke depan,” katanya saat ditemui di acara peletakan batu pertama pembangunan masjid “Darul Aman” Polres Tangerang Selatan, Jumat (07/10) lalu.

Jika penerapan kelas digital tersebut berhasil dengan baik dan mampu meningkatkan kreativitas serta pengetahuan pelajar SMA 2 Tangsel, Airin pun akan mengembangkan metode serupa ke sekolah-sekolah lain.

“Kalau memang itu berhasil kita akan kembangkan di sekolah-sekolah lain. Apalagi kalau anak-anak kita bisa belajar lebih efektif, tentunya akan kita tingkatkan karena memang program tersebut sejalan dengan dengan misi Kota Tangerang Selatan,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, SMA 2 Tangsel merupakan salah satu sekolah terbaik se-Kota Tangerang Selatan yang selama ini mencoba mengembangkan potensi-potensi yang ada.

“Program Class Digital ini nantinya akan mempermudah anak-anak dalam menuntut ilmu, karena mereka tidak akan membawa buku lagi, semua dari tablet. Hasil kerja anak nanti tinggal di print, mungkin pelajaran-pelajaran juga nanti dimasukkan ke dalam tabletnya, semua nanti tinggal mendownload dan mengakses,” paparnya.

Dibalik kebanggaannya dengan penerapan Class Digital, Mathodah mengatakan bahwa di tahun 2017 mendatang kewenangan SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi Banten. Sehingga Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah tidak memiliki andil lagi.

“SMA 2 Tangsel memang sekolah yang luar biasa, sekalipun kewenangan itu nantinya ada di provinsi, kami pun tidak ada masalah, karena sebelumya kami sudah memberikan kontribusi terkait sarana dan prasarana seperti laboraturium,” pungkasnya (fit)