MOP tahun ini mengangkat  tema wayang. Panitia menyelaraskan wayang dengan kehidupan nyata. Peserta didik baru atau Moonzher angkatan 30 akan memulai langkah barunya di jenjang SMA. Tidak semua individu dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, tentunya masih ada suatu batas atau penghalang bagi diri peserta untuk menunjukkan identitas yang sebenarnya, padahal di balik itu terdapat suatu kelebihan atau potensi yang luar biasa pada setiap individu. Mereka  diibaratkan  sebagai  wayang. Wayang memiliki corak warna yang indah dan memiliki keunikannya masing-masing, namun sering kali hanya tampil di balik layar dan tampak sebagai bayangan.

Harapan panitia bagi mereka adalah agar mampu menerobos dinding yang menjadi penghalang bagi dirinya, bersama-sama menunjukkan potensi masing-masing, dan keluar dengan corak warna yang beragam seperti wayang yang tidak lagi tampil sebagai bayangan, kemudian bersatu membentuk satu kekuatan bersama.

Tujuan tersebut dituangkan dalam tagline, yaitu “Metu Soko Wewayanganmu, Manunggal Mujudke Doyo Sawiji” yang berarti “Keluar dari zona bayangmu, bersatu untuk mewujudkankekuatan bersama”. Panitia juga memberi nama kegiatan MOP ini sebagai Revolusi Wayang, yaitu perubahan wayang yang berhasil keluar dari layarnya dan sudah berubah wujud dari sebuah bayangan menjadi wujud aslinya dengan warna yang memukau. Selanjutnya, panitia juga berharap dapat terbentuknya akhlaqul karimah pada peserta didik, yang diawali dengan sikap toleransi akan adanya perbedaan dan keberagaman, serta saling membantu satu sama lainnya dalam usaha untuk maju kea rah yang lebih positif.