Sebenarnya kami tidak tau ada lomba di  acara ini. Kami kira acara ini hanya ada seminar tentang Satelit dan pelajaran tentang radio amatir, dan juga kami tahu ada workshop, ternyata eh ternyata ini ada lombanya di akhir, workshop di akhir ternyata dilombakan.


Acara ini dilaksanakan di gedung widya bhakti di puspiptek, ya memang acara ini bernama PIF(Puspiptek Innovation Festival). Acara  ini diikuti oleh beberapa negara ASEAN dan juga India. Pertama di pagi hari kami datang terlambat dan kami kira acara yang kita datang untuk sudah selesai, ternyata masih ada acara yang sedang dilaksanakan. Akhirnya kami ikuti karena sudah jauh – jauh kesini cuman liat booth – booth doang kan gak lucu.

Setelah mendaftarkan nama didepan ruangan acara, kami masuk kedalam dan mendengarkan materi yang disajikan. Materinya tentang Satelit – satelit Indonesia  yang pernah dibuat dan juga hal – hal tentang cara pembuatan satelit di Indonesia. Dan  dilanjutkan dengan workshop komunikasi satelit dengan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) disini kita membuat Antenna yang digunakan untuk komunikasi satelit yang akan dilombakan.

Setelah penjelasan dari ORARI dimulai perakitan Antenna. Antenna yang kami buat di acara ini adalah tipe Moxon yang berbentuk seperti salip dengan kuningan – kuningan dipasang seperti bentuk IO. Moxonnya dibuat dari pipa paralon yang dirakit seperti bentuk tanda + dengan satu bagian lebih panjang dari yang lain. Setelah itu Kuningan di pasang ke pipa sedemikian rupa agar mengikuti desain Moxon, yang memfokuskan sinyal pada satu tempat. Setelah kuningan dipasang dilem dan disolder penyambung radio ke bagian yang mempunyai fokus sinyal  terbesar.

Setelah itu kami keatas gedung Graha Widya Bhakti untuk menangkap sinyal IO-86 yang berada di satelit Lapan-A2. Satelit yang bergerak dalam kecepatan kira – kira 7 km/s akan melewati diatas kita hanya sekitar 12 menit di atas gedung kita yang akan lewat disekitar 12 menit.

Pada saat satelit mulai muncul di horizon kami mengarahkan satelit ke arah barat yaitu arah datang satelit Lapan A2. Kami menunggu lama sampai mendapatkan suara pertama dan kami benar – benar kaget dan ter-wow, kami dengar “halo halo” dan langsung loncat – loncat dan teriak – teriak.

Karena komunikasi satelit sekarang ini sedang digunakan untuk penanggulangan bencana di Palu dan Donggala kami tidak boleh melakukan transmit dan kami dikira melakukan transmit, tapi itu bukan transmit tapi dapat sinyal dari Palu sana. Lama kami mendengar radio kami yang mendapat sinyal terjernih dan terlama, kami mendengar banyak laporan dari Palu sana sedang berkomunikasi kepada perespons bencana di Medan. Laporannya kebanyakan berisi tentang evakuasi yang belum selesai dan kabel telpon banyak yang putus jadi harus memakai radio amatir ini dan karena tidak dengan alat yang lengkap mereka hanya mereka – reka letak satelit dan melakukan laporan. Mereka mendeskripsikan keadaan yang berantakan dan banyak rumah yang hancur dan banyak warga juga yang masih hilang.

Setelah itu kami kembali ke ruang seminar. Disana kita dinyatakan menang juara 1, yang sangat kami kagetkan karena kami tidak tahu ini adalah lomba. Kami tertawa – tertawa karena kami tidak berniat sama sekali. video kami sedang mendengarkan sinyal satelit ditunjukkan di slide besar sebagai contoh dan kemudian acara ditutup dan kami diminta menunggu hingga pembagian Hadiah.

Kami berhasil meraih Juara 1 sementara juara 2 dimenangkan oleh Mahasiswa dari Universitas IULI dan ketiga dari kelompok campuran. Kami tambah kaget karena di workshop tadi itu ada peserta dari negara ASEAN lain juga dan juga lebih kaget lagi kami mendapat piala yang sangat bagus dan Uang penghargaan sebesar 1 juta!! APA! Yakali gak kaget.