Giovany Dhaniswara siswa kelas XI MIA 9 berhasil menjuarai Lomba Baca Puisi bertema Lingkungan tingkat Kota Tangerang Selatan. Lomba ini diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel dilaksanakan tanggal 25 November 2014 di Ocean Park BSD Tangerang Selatan. Berikut puisi yang menjadikan GIO, nama panggilan Giovany Dhaniswara sebagai juara itu:

Nasib Malang Si Pencinta Rumput

surya sedikit demi sedikit masuki celah atapku
alas jepit itu mulai menapak permukaan yang lembab
tak heran yang diatas ikut berkicau menyambut
mereka yang di hutan pergi mencari daun buah daging mangsa
yang diam menjulang hanya dapat melindungi dari surya yang nakal

gelap dan terang terus berganti
pergerakan waktu dapat diungkiri
namun ada yang janggal
aku si yang tak suka bangun siang, tak terbangun oleh suara kawan yang diatas
aku yang tak suka kesunyian, tak melihat kelompok pemanen nasi di halaman
aku yang benci surya nakal, mulai merasakan sentilan panas darinya

kabut berganti asap yang menyengat
jangkrik itu, semakin berisik laksana gergaji
tanah yang katanya tak pernah kering, mulai tipis dan tandus

baru kusadari ini ulah siapa
tak usah banyak tuduh yang sana dan yang sini
si ini dan si itu
aku pun sadar, aku yang tak spontan mengusir mereka
memang aku, yang menyampah sungai sungai itu
ibu ayahku yang memotong kanopi kanopi kami
orang kampungku yang memburu kawan kawanku
petinggi petinggiku yang meratakan hijau menjadi abu

tidak kah kita semua sadar, terbesit, dan terbenak
mereka memang tak punya otak
mereka yang berakar hanya diam, bisu, buta, pincang
mereka yang bermanfaat tak marah diinjak setiap hari

mereka diam karena mereka sayang
mereka lari karna sudah tak disayang
kita hirup produk mereka, kita makan cadangan mereka
mereka masih mau menghirup sampah hidung kita
apa tidak cukup pengorbanan daging dan daun mereka
apa tak cukup pengorbanan punggung mereka untuk diinjak setiap hari

satu hal yang jangan seharusnya kita renggut
yang seharusnya kita tetap lestarikan
ya, hanya sebuah tempat
tempat mereka untuk menghidupi kita semua
namun rakusnya kita kita halangi mereka untuk menghidupi anak cucu kita

aku si bocah malang
yang tak kebagian lama menikmati kasih sayang si bina dan si tumbu
memohon
memohon
dan memohon kepada kalian penghuni bumi
yang habis biarlah habis
yang runtuh biarlah runtuh
tapi sisakan untuku, RUMPUT
sebagai tanda masih ada warna hijau di kota kelahiranku